Tampilkan postingan dengan label features news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label features news. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juli 2011

Perkebunan Apel & Strawberry di Bantaeng

Posted by blueQuw On 08.37

Kunjungan ke perkebunan apel dan strawberry adalah salah satu agenda penting tuk hari ini. Kesempatan yang menyenangkan dan tak ingin dilewatkan Mahasiswa KKN Reguler UNHAS yang bertempat di Kecamatan Ulu Ere, Bantaeng. Rumah jabatan Pak Desa Bonto Marannu menjadi tempat berkumpul dan menunggu rombongan Bupati Bantaeng.

Piipp..piipp.. suara klakson mobil Bupati Bantaeng, Bapak Nurdin Abdullah yang menyetir mobilnya sendiri sambil melempar senyum ke orang-orang yang berada di teras rumah Pak Desa Bonto Marannu, Bapak Kasman Upa. Spontan Pak Camat Ulu Ere, Bapak M. Amin Basi dan Pak Desa Bonto Marannu bergegas beranjak kemobil untuk mengikuti rombongan bapak bupati. Saya dan teman-teman KKN lainnya tidak mau ketinggalan, kami diajak oleh Kepala Dinas Kehutanan, Bapak Ir. Muhammad Hero dan Kepala Dinas PMD, Ibu Meyriani untuk ikut dimobilnya.

Senang, penasaran dan tak sabar lagi melihat perkebunan Apel & Strawberry adalah hal yang bergejolak di sepanjang jalan yang lumayan jauh dan berliku. Di butuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menempuh jarak perjalanan dari rumah Pak Desa Bonto Marannu ke perkebunan Apel & Strawberry. Kepala yang sempat tak bersahabat karena berlikunya perjalanan akhirnya hilang ketika mata melempar pandangan ke setiap sisi lahan perkebunan.


Salah satu area perkebunan yang ditanami buah dan sayur-sayuraan.


Subhanallah... keindahan perkebunan yang saat ini menjadi potensi yang di kembangakan Kabupaten Bantaeng dapat terlihat jelas oleh ku dan beberapa teman-teman yang langsung mendokumentasikan dirinya dengan keindahan yang tidak terlihat di daerah perkotaan. Tempat kami berpijak berada di puncak pegunungan, mata ini tak henti-hentinya menelusuri deretan pepohonan, bunga-bunga dan beranekaragam tanaman perkebunan petani yang bak perhiasan pemberi warna dalam selimut kabut pegunungan yang tebal.



Area perkebunan Strawberry yang menjadi daya tarik pengunjung.

Pak Bupati dan rombongan kemudian beranjak dari tenda penyambutan menuju ke perkebunan untuk melihat apel, strawberry dan tanaman-tanaman lainnya dengan lebih dekat. Perjalan ke area perkebunan cukup jauh dan hanya bisa dilalui dengan sepeda motor dan berjalan kaki. Sesampainya di lokasi, rombongan kemudian berhamburan ke area yang menjadi tempat penanaman buah dan sayur-sayuran. Sebenarnya minggu ini belum saatnya untuk memanen, namun karena tak tahan melihat merahnya apel dan strawberry yang ada di depan mata, banyak yang bandel dengan sengaja menyenggol bahkan langsung memetik buahnya.

Dikelilingi oleh hamparan buah, sayur-sayuran, pemandangan yang indah membuat kami betah berlama-lama dan tak ingin beranjak, rasanya sedang tak berada di Kabupaten Banteng, karena suasananya persis di puncak Bogor, Jawa Barat. Sungguh potensi daerah yang patut di kembangkan dan menjadi percontohan daerah-daerah lain yang memiliki suhu yang sama dengan daerah Ulu Ere' Bantaeng.

Area perkebunan yang ditanami buah apel, daun bawang dan juga wortel.


Perkebunan strawberry telah dikembangkan semenjak tahun 2008, bibitnya berasal dari Cuwedei, Bandung, Jawa Barat. Saat ini terdapat 100 ribu pohon strawberry, 50 ribu berasal dari bantuan pemerintah daerah dan 50 ribu lainnya berasal dari petani sendiri. Secara keseluruhan dari area perkebunan terdapat 5 kapling, 1 kapling terisi oleh 1000 sampe 2000 poly bag yang berisi pohon strawberry. Sementara untuk apel baru dikembangkan di awal tahun 2009 dengan penanaman awal 40 ribu pohon apel dan dilanjutkan di bulan mei dan juni sebanyak 60 ribu pohon apel. Kemudian di awal tahun 2010 pemerintah daerah Bantaeng melakukan penanaman lagi sebanyak 20 ribu pohon apel. (sumber : Kepala Bidang Holtikultura Bapak Suaib)

Desa Bonto Marannu (loka), Desa Bontong Lojong, Kampung Montea, Paring-paring, Bale Benih dan Buakang Palea adalah wilayah-wilayah di Bantaeng yang menjadi area penanaman buah apel strawberry dan beranekaragam jenis sayuran. Untuk kedepannya perkebunan apel dan strawberry akan mengarah pada komersialisasi, namun untuk area Bale Benih dikhususkan sebagai tempat kunjungan dan juga menjadi tempat pembibitan ( produksi benih ). (sumber : Kepala Bidang Holtikultura Bapak Suaib)

Rabu, 29 Juni 2011

lebih dekat melalui KKN 1

Posted by blueQuw On 19.01

Dingin... Dingin sekali, udara dingin menusuk hingga tulang-tulang dan membuat seluruh badan menjadi bergetar, walaupun dingin semangat untuk mandi dan merasakan dinginnya air di kamar mandi tak surut. Setelah mandi suhu badan terasa semakin menyesuaikan dengan suhu sekitar ditambah lagi dengan sinar matahari yang mulai masuk melalui celah-celah rumah. Mudah-mudahan hari kedua ini, Rabu (29/6) menjadi hari yang menyenangkan dan tentunya bermanfaat.

Sekitar pukul 09:00 rumah Pak Desa menjadi ramai oleh kedatangan teman-teman dari desa Bonto lojong, Bonto Daeng dan disusul oleh teman-teman dari Bonto Tallasa, uniknya mereka datang dengan berjalan kaki dari desa masing-masing ke rumah Pak desa untuk menjenguk kami di Pos Kecamatan yang bertempat di desa Bonto Marannu. Selain untuk menjenguk kami, mereka juga ingin mengambil baju seragam Kecamatan Ulu Ere' dan mengkoordinasikan langkah-langkah kami kedepan mengenai proker baik individu maupun kecamatan.

Pukul 11:25 rombongan KKN Reguler Desa Bonto Marannu, Kecamatan Ulu Ere' (Bantaeng) melangkah keluar rumah pak desa untuk melaksanakan planning-planning yang ingin dijalankan hari ini. Silaturahmi ke rumah sekdes, memasang spanduk, belanja berbagai keperluan di Kota dan mengunjungi teman-teman di desa lain. Setibanya di rumah kak Dirga (KORCAM), kami disambut hangat dan dihidangkan makan siang yang wueennaaakkk. (terima kasih). Acara makan-makan dirumah KORCAM di tutup dengan pisang goreng, pisang goreng manis yang kami goreng bersama-sama.

Setelah kenyang (hehehe) kami kemudian melanjutkan planning selanjutnya yakni memasang spanduk dan mengunjungi teman-teman. Dengan mobil Polisi Kehutanan, kami melaju dari Kota Bantaeng menuju daerah dataran tinggi di Kecamatan Ulu ere'. Perjalanan yang menyenangkan dan kami sempat menjadi pusat perhatian warga di sepanjang jalan, entah karena mobil yang membawa kami atau karena seragam berwarna merah yang kami gunakan.

Agenda penting selanjutnya adalah memasang spanduk di gerbang masuk kecamatan ulu ere'. Butuh tenaga yang extra untuk menguatkan dan menyeimbangkan ikatan tali spanduk . Hadangan juga datang dari kendaraan yang berlalu lalang dengan kencang, dengan berbekal ke solitan teman-teman laki-laki akhirnya spanduk posko KKN Reguler Gelombang 80, UNHAS Kec. Uluere, Kabupaten Bantaeng dapat terpasang dalam waktu 20 menit. (Alhamdulillah)

Sudah Pukul 06:00 wita, sudah sangat petang dan mobil polisi kehutanan harus segera kembali ke kota karena ingin digunakan, akhirnya rencana untuk menjenguk teman-teman harus dibatalkan, hanya teman-teman dari Bonto Tangnga yang dapat kami kunjungi sekaligus melihat acara perkenalan mereka di Balai Desa.

Kamis, 16 Juni 2011

Pemanfaatan Social Media.

Posted by blueQuw On 19.28

Kemarin sore diskusinya bertema " Menulis membuka jalan ", Kesuksesan adalah jalan yang dimaksud dan coba di share oleh pembicara. Nah.. untuk hari ini (16/6) pesan yang saya tangkap adalah Social Media makin mempermulus jalan kesuksesan itu. Masih di acara yang sama yakni Makassar International Writers Festival 2011, namun sesi acara dan juga pembicara yang dihadirkan tentunya berbeda.

Sosok yang hadir dalam sesi Talkshow kali ini adalah 3 wonderwoman : yang pertama bernama Abir, dia adalah penulis yang berasal dari Mesir, Putih, cantik dan tentunya cerdas. Namun sayang dia tidak ingin menikah dan memilih untuk single selama-lamanya (pilihan hidup !). Selain sangat prinsipil, Abir juga sosok yang sangat kritis. Dia sempat dipenjara selama 3 tahun karena mengkritisi pemerintahan mesir. Kedua adalah Masa, wanita hitam manis ini adalah penulis yang berasal dari Eutopia dan penulis ketiga berasal dari Indonesia yang namanya sedang meroket saat ini, Trinity. Trinity adalah penulis buku best seller The Naked Traveler 1, 2 dan 3.

Berikut adalah beberapa kutipan dari perbincangan sore tadi : saya lebih senang menulis dan posting di blog, karena di blog feedback bisa langsung dikirim oleh pembaca, dibandingkan menulis di surat kabar yang bersifat satu arah ungkap Abir dalam bahasa inggris ketika ditanya oleh mbak Lily Farid (moderator). Menulis, review, share ke orang lain, menulis lagi dan lakukan hal itu berulang-ulang kali kata Masa. Saat ini saya dibayar untuk sekali nge-tweet, followers membantu saya dalam menginformasikan daerah yang akan saya kunjungi, makin banyak teman dan semakin mudah saya mempromosikan buku saya ungkap Trinity.

Simpulan dari share pengalaman ketiga wanita hebat ini, bahwa social media (twitter, Facebook, Blog) mampu mempermulus jalan kesuksesan mereka dalam dunia penulisan. Perkembangan media yang ada makin mempermudah kita dalam berkarya melalui tulisan ^_^

John Mc Glynn For Indonesia

Posted by blueQuw On 12.37

Saya harus datang ! ya..boleh di bilang ini panggilan jiwa, semangat untuk hadir di Graha Pena lat.4 tepat pukul 10:00 pagi. Masih rangkaian acara Makassar International Writers Festival 2011 (akhirnya nama event ini saya hapal mati.hehe), kali ini sesi Launching Modern Library bersama John Mc Glynn. Sayang.., yang hadir tidak terlalu banyak, malah panitia acara yang duduk di barisan peserta dan ikut meramaikan suasana. Senyum dan Kefasihan berbahasa Indonesia dari Mr.John dalam mengucapkan salam menjadi penyapa diskusi pagi tadi.

Acara Lauching Modern Library dikemas dalam bentuk Talkshow ringan dengan menghadirkan John Mc Glynn, Lily Farid (penggagas MIWF 2011) dan Aan Mansyur sebagai moderator. Acara yang diadakan di Studio Radio Fajar ini melibatkan peserta yang hadir di Studio dan juga orang-orang dirumah yang monitoring di 89,9 FM Radio Fajar (mudah2an tidak salah.Amien)

Kenapa saya begitu semangat ? akhirnya terjawab juga. Saya berkesempatan untuk bertemu dengan 'orang hebat' John Mc Glynn yang berkebangsaan Amerika Serikat. Dia 'hebat' bukan karena dia berasal dari Amerika Serikat, melainkan karena visi yang Dia usung bersama Yayasan Lontar. Yayasan Lontar adalah penerbit yang menterjemahkan karya-karya sastra Indonesia ke dalam Bahasa Inggris, John Mc Glynn menjadi sosok yang berperan dalam mempromosikan karya-karya sastra Indonesia (terjemahan) ke luar negeri. Perannya sudah ada 24 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 28 Oktober 1987 (saya saja belum lahir ..) tercatat sekitar 100 buku sastra Indonesia telah di terjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Ada visi mulia yang Dia usung yakni ingin mempromosikan Indonesia ke luar negeri sebagai negara yang produktif dalam menghasilkan karya-karya sastra yang berkualitas, bukan sebagai negara teroris ataupun bukan sebagai negara yang jumlah koruptornya sangat tinggi.

Yah ! itu alasan saya menyebutnya sebagai 'orang heba't. Dia bukan orang Indonesia, tapi Dia memiliki dedikasi tinggi untuk negara kita Tercinta.
Indonesia !

Rabu, 15 Juni 2011

Membaca, untuk dapat menulis

Posted by blueQuw On 20.36

Mengisi waktu luang sebelum terjun ke lokasi KKN sebenarnya tujuan awal saya datang di acara komunitas : Menulis membuka jalan yang merupakan rangkaian acara Makassar International Writers Festival 2011, Rabu (15/6). Acaranya bertempat di Museum Kota (Jln. balai Kota) yang tak jauh dari Taman Macan. Datang agak terlambat namun oleh panitia, saya di persilahkan duduk di kursi depan.

Setelah lama duduk tepat di depan pembicara, membuat saya nyaman dan terkagum-kagum mendengar 'pengalaman emas' para penulis sekelas Riana Mustamin, Krishna Pabichara dan Fauzan Mukrim. Senada dengan temanya " Menulis membuka Jalan ", ketiga penulis kemudian menceritakan pengalaman hidupnya terkait dengan menulis, menulis yang kemudian membuka jalan kesuksesan dalam hidup mereka.

Ada satu pertanyaan yang mampu mewakili kegelisahan orang-orang yang mau menulis tapi malas dan bingung untuk merangkai kata-kata, " bagaimana cara untuk memulai menulis ? ". Ketiga penulis sekaligus pembicara Talkshow sepakat menjawab RAJIN MEMBACA. Orang yang mampu menulis ya.. adalah orang yang rajin membaca, membaca untuk mengetahui bagaimana gaya penulis orang lain.

Menulis merupakan panggilan jiwa, jangan takut salah untuk memulai sesuatu. Tidak ada teori tentang penulisan, kalau bukan sekarang kapan lagi kita memulai ? ini menjadi deretan pesan yang tersampaikan untuk orang-orang yang hadir di salah satu ruangan Museum Kota Makassar.

Kamis, 02 Juni 2011

Kodingareng Keke " Heboh sendiri "

Posted by blueQuw On 19.10

Barangkali ini karena efek senang, senang di izinkan liburan ke Pulau Kodingareng Keke, membuat saya semangat berbelanja untuk keperluan esok hari. Mmmh beli ayam potong dan snack. Masak nasi kuning + ayam goreng kecap ( buat anak2 Anging Mammiri, Special tuk Kak Herman :)). Larut malam dan dilanjut keesokan paginya dengan kesibukan mempersiapkan segalanya untuk picnic ke Pulau yang belum pernah saya kunjungi.

Terima kasih Mamie (atas tumpangannya ke Kayu bangkoa), butuh waktu sekitar setengah jam untuk menempuh perjalanan laut ke Pulau Kodingareng Keke'. Setibanya di tempat tujuan, belum ada niat sama sekali untuk menikmati hangatnya air laut. Namun sebahagian besar anak2 Anging Mammiri nampak tengah asik di laut tanpa memperdulikan teriknya panas matahari. Mereka asik di laut saya asik bercerita dengan Mamie (sebenarnya curhat masalah hati sih ke Mamie.hehehe) dan bunda (istrinya dg Mappe) orangnya baik sekali, ibu gaul dan suka becanda juga. Kami asik ngobrol sambil makan cemilan.

Tiba-tiba kak Anbhar dan kak Nani datang dan menceritakan indahnya bawa laut Pulau Kondingareng Keke' alhasil saya terpengaruh dan memutuskan untuk turun ke laut. Ya... mereka berdua benar berbekal alat snorkling pinjaman dan arahan dari kak Herman saya bisa menikmati apa yang diceritakan kak Nanie dan kak Anbhar.

Mmmh. Kodingareng Keke, pulau yang tak begitu luas dan tak berpenghuni... Tidak ada ruang ganti apalagi air tawar untuk membilas badan yang lengket. Sabun, Shampoo, cuci muka, hingga mouth wash yang dibawa menjadi tak berguna. ( jengkel sendiri sambil berbisik dalam hati ) kayanya saya ji yang paling Heboh bawaannya.

Heboh diperlengkapan mandi dan heboh di bekal, saya bawa rantangan sementara semuanya memilih untuk simple dengan membeli nasi bungkus.


* Terima kasih kakak-kakak Anging Mammiri untuk liburan hari ini dan kehangatan layaknya keluarga besar :-)

Minggu, 22 Mei 2011

Blogilicious Fun Makassar (part II)

Posted by blueQuw On 15.28

Duduk lesehan didepan laptop sambil sesekali melihat kearah panggung, saya kemudian mencoba menulis dari sudut pandang saya sebagai panitia lokal acara. Di penghujung acara Roadblog-blogilicious 2011 mbak Rika hadir diatas panggung di depan peserta untuk menghangatkan suasana sekaligus menjelaskan bentuk kompetisi buat blogger-blogger makassar. Idblognetwork akan mensupport 100 komunitas blogger makassar yang mampu membuat proposal event unik (woow). Selain menjelaskan kompetisi yang akan diadakan IBN, Mbak rika juga membuat games untuk peserta yang merupakan member maupun non member IBN. Peserta begitu antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh wanita cantik bernama lengkap Mubarika Darmayanti yang merupakan Business Director dari Idblognetwork. Canda tawa membahana di Gedung Pusat Kegiatan Penelitian (PKP) Unhas di hari kedua (22/5) acara Roadblog-blogilicious 2011.

Mmmmh...idblognetwork (IBN) yang tanggal 1 Agustus 2011 nanti genap berusia 1 tahun (congrat..!) ? sekedar informasi IBN adalah jaringan digital media blogger Indonesia untuk kalian blogger-blogger yang mempunyai tulisan-tulisan berkualitas, unik, jauh dari SARA, pornografi dan tentu saja original. Idblognetwork (IBN) mengusung visi yang begitu mulia yakni menginginkan blogger Indonesia mampu berkarya melalui tulisan yang berkualitas, dan orang didaerah memiliki kesempatan, pengalaman dan juga peluang bisnis yang sama dengan orang-orang di ibukota melalui blog.

Landasan yang merupakan niat mulia itu kemudian melahirkan harapan besar dari saya untuk idblognetwork (IBN), tetap pada visi awal ya. Anak-anak SMA juga saat ini begitu antusias menulis, mudah-mudahan IBN bisa mewadahi hal itu dan Blogilicious Fun Makassar dapat dirasakan semua kalangan yang ada di Kota Makassar.

Alhamdulillah, kata yang wajib dilontarkan untuk kesuksesan acara Roadblog-blogilicious yang dihadiri oleh 161 peserta dari Kota makassar. Peserta dimanjakan dengan materi SEO/optimasi (Gempur abd.Rohman), Etika Blogging (mbak Ajeng). Blogpreneur (Asri Tadda), Mobile blogging ( Setyo Budianto), Social Media (Mbak Rara), Themes/Design (Mustamar Natsir), Security (Terren), Blog Monetizing (Kukuh TW) hingga Tips Blogging (Amril TG).

HMM..mengingat kembali perjuangan keras teman-teman Panitia dalam tahap persiapan hingga event ini dapat terlaksana selama dua hari. "Delicious dan fun-nya" nge blog makin saya rasakan setelaH Blogilicius Fun Makassar usai terlaksana dengan sukses.

Terima kasih buat semuanya, terima kasih untuk pengalaman&kesempatan yang membuat saya dapat belajar berbagai hal positif :)))

Blogilicious Fun Makassar (part I)

Posted by blueQuw On 00.14

Tubuh sudah Lelah, tapi mata belum mau bersanding dengan bantal-bantal yang empuk. Keadaan sekitar juga belum mati, layar laptop dan lampu kamar masih menyala, dering HP mbak aJeng yang ketinggalan sesekali terdengar, dan Lispa "Bun" masih tetap dengan handphone ditangannya.Cerita-cerita yang dialami seharian ini belum mau pergi dari pikiran dan rencana untuk hari esok juga tengah disusun satu persatu.
Ya...cerita-cerita yang menarik, cukup menegangkan dan SANGAT MENYENANGKAN.
Tanggal 21 Mei 2011, idblogNetwork (IBN) hadir di makassar dengan gebrakannya dalam event " Roadblog-blogilicious 2011". Makassar menjadi kota kedua yang dikunjungi IBN setelah Kota Surabaya. Sebenarnya saya tak seberuntung Peserta "Roadblog" yang bisa dimanjakan dengan materi-materi blog yang dibawakan oleh pemateri handal sekelas Amril TG (Daeng Battala), Kukuh TW, mbak Rara dan Mbak Ajeng yang datang langsung dari Jakarta untuk berbagi ilmu dengan orang-orang Makassar sekaligus menginjeksi peserta dengan suasana Blogilicious Fun Makassar.
Saya harus berkutat dari urusan penari, catering, random acara, sampai cleaning service yang annoying (belum pi' peserta diservice, mereka sudah minta jatah makanan&goody bag deluan) !
itu mungkin duka untuk hari ini, ada DUKA pasti ada SUKA (terbalik ya.hahaha). Sisi menyenangkan hari ini yakni bisa lebih akrab dengan anak-anak Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri: Daeng Iphul, Mamie, kak nanie, daeng Takdir, dan kakak-kakak AM lainnya (panjang postingan klu disebutkan semuanya). Special Thanks buat Kak Herman yang sudah bersedia mengantar beli Aqua gelas. (senang bisa bekerja sama dengan kalian:-)). Suasana Blogilicious Fun Makassar pun makin terasa setiap detik dari acara yang di gelar selama dua hari hingga esok.
Tak kalah menyenangkan juga, bisa duduk dan ngobrol bareng dengan Mas Kukuh TW,Daeng Battala, Mbak Rika, Mas Anjar, Teren (white Hacker), dll..Pengalaman dan Kesempatan yang sangat langkah mengingat letak geografis kami yang berbeda.
Ini baru hari hari pertama namun sudah banyak cerita manis yang bisa menjadi pengantar tidur dimalam ini. Esok masih ada, berharap kekurangan hari ini dapat terimbangi dengan pelaksanaan yang lebih baik lagi, panitia lebih solid, peserta makin bertambah dan akan ada lagi cerita-cerita manis yang dapat terukir dalam Blogilicious Fun Makassar (amien)

Kamis, 14 April 2011

Diskusi Santai di Kantor KOMPAS

Posted by blueQuw On 18.25

Langit yang mendung dan guyuran hujan terus menghiasi Kota Makassar sejak siang hingga sore hari ini. Isyarat lampu lalu lintas yang tak diperhatikan oleh pengendara menyebabkan kemacetan sepanjang 1km, dari perempatan Jalan Toddopuli hingga Jalan Borong. Alhasil laju mobil Mitshubisi Kuda yang membawaku sempat terhenti selama dua puluh menit. Keadaan nampak tak bersahabat lagi, namun tidak mengurungkan niatku untuk menghadiri diskusi santai bersama Nasrullah Nara di Kantor Kompas.
Tepat pukul 16:00 wita saya tiba di sebuah kantor yang sekilas seperti rumah. Papan yang bertuliskan “KOMPAS” di depan kantor ini mampu memberikan identitas dan pembeda dari deretan bangunan yang ada di sepanjang Jalan Pengayoman. Kantor Kompas nampak luas dengan dinding yang berwarna putih dan ditopang oleh dua buah tiang besar berwarna abu-abu.
“ dari mana dek’ ? ” tanya seorang satpam dengan ramah “ saya dari Unhas, mau ikut diskusi bersama bang Nara ” jawabku dengan singkat. Satpam tersebut kemudian mempersilahkan saya naik ke lantai dua. Di lantai dua terdapat tiga ruangan, langkah kakiku kemudian menuju keruangan yang pintux terbuka. Senyum tipis dari teman-teman Ilmu Komunikasi dan bang nara menyambut saya ketika masuk kedalam ruangan.
Ruangan yang berukuran 10X5M ini nampak terang benderang oleh delapan buah lampu neon. Sisi kanan dinding ruangan terpajang empat lembar Koran Kompas di tahun 1965 yang di bingkai dengan frame berwarna hitam. Kursi, meja, papan tulis, hingga LCD menjadikan ruangan ini terasa sangat lengkap digunakan sebagai tempat diskusi.
“ saya ingin membuka daya kritis kalian tentang system pembelajan di kampus ” ungkap bang Nara mengawali diskusi. Beliau kemudian menceritakan mengenai pengalamannya semasa kuliah yang lebih banyak menggali ilmu diluar kampus. kemampuan menghapalnya yang kurang membuat ia lebih senang pada hal-hal yang praktis ketimbang teoritis.
Diskusi kemudian berlanjut dengan pembedaan antara straight news dan features news. Bang Nara menampilkan sebuah berita dari kompas edisi rabu 15 oktober 1997 mengenai kepala Patung Garuda Wisnu Kencana yang terbakar di bandung. Berita yang tergolong straight news ini ditampilkan kedepan papan tulis dengan menggunakan sebuah LCD. Pembedahan berita di awali dengan penentuan lead dan unsur-unsur 5W+1H. Canda, tawa dan antusias dari teman-teman membuat diskusi semakin menarik.
Sebuah berita berjudul layar tak (lagi) berkembang yang ditulis sendiri oleh bang Nara menjadi perwakilan dari contoh features news. Gaya bahasanya yang sastrawi membuat kami terlena untuk membacanya hingga akhir. Bang Nara berpesan agar kami belajar dari hal-hal yang sederhana dalam pembuatan features news, agar kita dengan mudah mengalir dalam bercerita.
Diskusi terasa lebih serius ketika sampai pada pembahasan infotainment yang telah merampas ruang-ruang privacy para selebritis. “ infotainment bukanlah seorang wartawan, wartawan adalah orang-orang yang mengedepankan substansi dan esensi bukan nilai bombastis dan sensasi ” ujarnya bang Nara sambil memperlihatkan contoh kasus Luna Maya yang dituntut oleh pihak infotainment.
“ berarti infotainment tidak berhak mendapat penghargaan dari Panasonic Award ? “ Tanya Ahmad dengan santai. “ hal tersebut wajar-wajar saja, ketika penghargaan diberikan oleh sesama orang-orang yang tersesat “ jawab bang Nara dengan tersenyum. Spontan saja ruangan diskusi berubah menjadi riuh gemuruh oleh suara tertawa dari teman-teman.
Santai, menyenangkan dan bermakna menghiasi diskusi kami dengan bang nara hingga malam hari. Ucapan saling berterima kasih menutup diskusi ini. saya melangkah keluar bersama teman-teman sambil merancang kata-kata yang akan digunakan sebagai bahan pembuatan tugas final dasar-dasar jurnalistik.

SEHARI DI TANAH TOA KAJANG

Posted by blueQuw On 18.19

Langit biru yang membentang di atas Kabupaten Bulukumba memberikan semangat dan energi besar bagi rombongan hunting wisata kifo-kosmik ketika melaju ke kawasan adat ammatoa Kec. Kajang Kab.Bulukumba. Ransel, kamera dan pakaian hitam menjadi perlengkapan yang wajib mendampingi kami yang ingin menjalankan misi ke lokasi pemotretan. Pakaian serba hitam yang dikenakan rombongan hunting merupakan tanda penghargaan dan persamaan kepada masyarakat kajang ungkap Dg.Tompo (kerabat Menteri Luar Negeri Kajang).
Pukul 06:00 wita kami tiba di depan gerbang pemukiman masyarakat kajang. Pohon rindang dan jalan yang berkerikil terus menemani perjalanan sejauh 1 km. kami sempat melewati mata air yang merupakan sumber kebutuhan hidup masyarakat kajang. Nampak para gadis yang duduk di sekitar sumber mata air. Gadis-gadis itu mengenakan sarung berwarna hitam, mereka mencuci, mandi dan saling melempar senyum satu sama lain. Di waktu yang sama, terlihat anak kecil mengangkat sebatang pohon yang cukup besar di atas kepalanya. Seekor kuda dengan beban di punggungnya dan sekumpulan orang yang sedang bekerja, menjadi rentetan pemandangan yang sungguh membuat indah suasana di pagi hari.
Keasyikan dalam melakukan pengamatan mengantarkan kami ketempat tujuan. Pemukiman masyarakat kajang dengan rumah panggung yang berderet rapi dan beberapa orang yang berlalu lalang dengan pakaian berwarna hitam. Sebelum meneruskan niat, terlebih dahulu kami meminta izin kepada Ammatoa (Pimpinan Kajang). Setelah mendapat izin, kami kemudian menelusuri daerah Kajang untuk membingkai beberapa aktivitas mereka. Kaum wanita sibuk dengan proses pewarnaan benang, pemintalan hingga pembuat kain. Sementara kaum laki-laki sibuk dengan kayu-kayu dan beberapa pekerjaan kasar lainnya. Di dalam perjalanan kami diajak oleh keponakan Ammatoa bertandang dirumah warga yang ingin mengadakan prosesi pernikahan. Hidangan kue dumpi-dumpi, ruhu-ruhu, dumpi eja’ serta segelas teh mampu mengganjal perut di sore hari.
Matahari ingin kembali ke praduannya, cahaya juga Nampak tak bersahabat lagi. Kami memutuskan untuk beranjak pergi meninggalkan kehangatan masyarakat kajang. Membawa pengalaman dan pembelajaran untuk penerapan pada kehidupan yang lebih bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Frame tentang orang Kajang yang dibicarakan begitu berbeda dengan aslinya. Misterius dan menakutkan awalnya muncul di benak kami, namun setelah berada di Kajang stereotype tentang mereka hilang oleh sikap ramah dan terbuka mereka. Banyak pengalaman dan pembelajaran berharga. Orang Kajang begitu sederhana dan apa adanya. Sistem pemerintahan daerah mereka yang terbagi atas 26 adat (Menteri) dengan pembagian tugas masing-masing, mengutamakan kejujuran dalam pelaksanaanya.

Mengukir Prestasi Dalam Penelitian

Posted by blueQuw On 18.17

Senyum merekah mengawali perbincanganku dengan sosok wanita berjiblab ini. Ia adalah Syifa Fauzia yang akrab dipanggil Syifa oleh orang-orang yang mengenalnya. Syifa adalah mahasiswi dengan segudang prestasi, tak tanggung-tanggung prestasi yang ia dapatkan telah membawanya ke Negara Jepang.
Kecerdasan dan minatnya dalam dunia penelitian membuat syifa mendapat tawaran beasiswa dari Universitas Ehime, Matzuyama, Jepang. Selama tiga bulan ia banyak belajar dan melakukan penelitian tentang budaya, pertanian, perikanan dan lingkungan hidup yang ada di jepang.
Dunia penelitian ilmiah telah menjadi minatnya ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Kepekaannya terhadap segala sesuatu yang ada disekitarnya, membuat ia banyak berkontribusi pada dunia penelitian mahasiswa. Saat ini Syifa tercatat sebagai Sekjen Fisip research center (Fire-C). Fire-C adalah lembaga fisip yang menaungi minat mahasiswa dalam dunia penelitian.
Perjalanan prestasi syifa dalam dunia penelitian tak dapat diragukan lagi. Ia telah berulang kali menjadi delegasi Universitas Hasanuddin di ajang nasional. Ditahun 2008 syifa menjadi delegasi Universitas Hasanuddin dalam Pekan Ilmiah National Kementerian Pendidikan di Universitas Brawijaya, Malang. Masih ditahun yang sama, syifa juga menjadi perwakilan Unhas dalam Asean Internasional Relation Student Conference di Universitas Budi Luhur, Jakarta. Tahun 2009 syifa menjadi delegasi Indonesia dalam Asean University Student Conference. Syifa juga sempat menjadi pemimpin lingkungan yang melaksanakan program-program penelitian tentang lingkungan dalam ajang Danamon Young Leader Award di Bogor.
Sebuah pernyataan mulia terlontar dari syifa ketika ditanya mengenai cita-cita. Ia berniat menjadi seorang negosiator di kementerian lingkungan. Kepeduliannya tentang lingkungan hidup membuat ia ingin lebih memperhatikan lingkungan ketika menyelesaikan gelar sarjananya.
Kepedulian syifa tidak hanya sebatas pada lingkungan, tapi ia juga mempunyai perhatian yang lebih terhadap aset Indonesia yang dengan mudah dirampas oleh investor asing. Ada dua hal yang telah ia pelajari dan rancang untuk Negara Indonesia. Pertama ialah keinginannya untuk memperkuat Indonesia dari dalam, yakni dengan memproteksi segala investasi yang dimiliki Indonesia, agar negara lain tidak dengan mudah merampasnya. Kedua adalah upayanya untuk banyak belajar dari negara lain.