Tampilkan postingan dengan label Straight News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Straight News. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2011

lebih dekat melalui KKN

Posted by blueQuw On 07.41

Setelah sempat di undur beberapa kali, akhirnya pemberangkatan Mahasiswa KKN Reguler ( Kuliah Kerja nyata ) dapat terlaksana tanggal 28 juni 2011. Pagi hari lapangan basket, UNHAS (Universitas Hasanuddin) di banjiri oleh warna merah yang berasal dari seragam mahasiswa KKN. Moment yang menjadi sejarah besar untuk UNHAS dengan jumlah peserta KKN Reguler gelombang 80 yang mencapai angka 1.600 orang, woow ini jumlah terbesar dari sepuluh tahun terakhir.

KKN merupakan kegiatan yang secara garis besar adalah bentuk pengaplikasian salah satu tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Peserta KKN gelombang 80 terbagi kebeberapa daerah di Sulawesi Selatan, yakni Takalar, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Pangkep dan baru. Peserta Pangkep dan barru berangkat di gelombang kedua tanggal 30 Juni 2011.

Sebelum berangkat ke daerah masing-masing, kami di lepas secara resmi oleh pihak universitas oleh Rektor UNHAS, Bpk. Prof. DR. Idrus Patturusi, Kepala KKN Reguler UNHAS Bpk. DR Hasrullah, Bupati Bantaeng Bapak Prof. DR. H Nurdin Abdullah ( satu-satunya kepala daerah yang datang) dan beberapa staf civitas akademika UNHAS. Rangkaian acara pelepasan cukup lama lama dan cukup 'memanggang' kami di bawah teriknya matahari, pembacaan sambutan yang berlembar-lembar, bentuk penyerahan simbolis, hingga pelepasan dua ekor merpati.

Akhirrnyaaa.. tepat pukul 10:30 WITA mobil panther yang membawa rombongan mahasiswa KKN Reguler Kabupaten Bantaeng, Kecamatan Ulu ere melaju meninggalkan kampus tercinta UNHAS. Sekitar pukul 15:00 WITA kami tiba di Balai Kartini dan disambut dengan begitu ramah oleh pejabat-pejabat Kecamatan dan desa dari Kabupaten Bantaeng. Setelah makan siang & mengikuti prosesi acara penyambutan, kami bergegas mengangkat barang-barang kembali dan menuju ke desa masing-masing.

Alhamdulillah.., kata yang patut di ucapkan untuk kemudahan-kemudahan yang diperoleh untuk hari ini. Khususnya untuk desa Bonto Marannu, Kec. Ulu ere (Bantaeng) yang begitu spesial karena kami diantar langsung Pak Camat kerumah Pak Desa Bonto Marannu. Pemandangan indah, tempat yang menyenangkan, kehangatan, keramahan dari orang-orang yang menyambut kedatangan kami adalah hal yang patut dsyukuri.

Minggu, 29 Mei 2011

Bebaskan dirimu melalui goresan pena

Posted by blueQuw On 17.13

Bebaskan dirimu melalui goresan pena adalah tema yang diusung dalam Timeliness 2011 (27/5). Sekedar informasi bagi orang awam, Timeliness adalah pelatihan jurnalistik yang diadakan Baruga-KOSMIK Unhas. Alhamdulillah pelatihan ini dapat dibuka oleh Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Bapak Dr. Muh Najib yang bersedia hadir di Jalan sepakat no.73 yang merupakan kediaman sdr. Hajir Muiz (KOSMIK 2010). Adapun harapan dari bapak Najib agar anak KOSMIK dapat terus mengembangkan skill dan kreativitasnya tanpa harus takut dengan ancaman dari pihak-pihak tertentu.
Untuk hari pertama agenda belum terlalu padat, peserta yang berasal dari Komunikasi angkatan 2010 plus satu orang dari angkatan 2009 diberikan waktu untuk beristirahat hingga magrib dan malam harinya mereka di berikan tugas untuk menulis hakikat " menulis " menurut mereka. Peserta kemudian mencari tempat di sudut-sudut rumah untuk berkonsentrasi merangkai kata demi menyelesaikan tugas pertama yang diberikan oleh SC Timeliness.
Keesokan harinya peserta kemudian terjun langsung ke lapangan untuk meliput layaknya seorang reporter, lokasinya terbagi tiga : Fly Over, Pasar Tradisional dan Pantai Losari. Proses peliputan berakhir pukul 12:00 siang dan perampungan berita hingga menjadi sebuah buletin dengan 24 Halaman berakhir pada pukul 18:00.

Kamis, 14 April 2011

WAWANCARA KHUSUS

Posted by blueQuw On 18.23

Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Sulawesi Selatan, Sultan Sulaiman
‘Lunturnya’ Budaya Menulis Di Kalangan Mahasiswa

Budaya membaca dan menulis semakin tergeser di kalangan Mahasiswa dengan perkembangan teknologi yang ada. Mahasiswa cenderung lebih tertarik untuk berada di depan laptop ataupun computer untuk dapat mengakses internet ketimbang untuk membaca buku ataupun menghasilkan karya lewat tulisan. Apakah fenomena ini biasa saja ? ataukah ada dampak negative yang dapat merusak ? berikut wawancara khusus bersama ketua Forum Lingkar Pena Sulawesi selatan, Sultan Sulaiman.


Apa yang memotivasi Anda untuk menjadi seorang penulis ?
Menulis itu adalah pilihan diantara banyak pilihan lain, tidak semua orang merasa terpanggil untuk menulis. Sebahagian orang memiliki kecenderungan mengejar aktualitas sehingga menulis dianggap prestisius. Ada juga Seorang introver yang menganggap menulis sebagai wadah pelarian dan bentuk aktualisasi diri karena ia takut mengungkapkannya didepan banyak orang.
Keinginan menulis telah ada semenjak dibangku SMA, awalnya karena adanya target pribadi untuk membawa hasil tulisan ke media.
Sulitkah menjadi seorang penulis ?
Aktivitas menulis sinkron dengan membaca. Jadi membaca, mendengar, melihat adalah proses yang melatarbelakangi sehingga kita dapat menulis.ketika kita ingin mudah untuk menulis terlebih dahulu kita harus membaca.
Beberapa orang ada yang susah untuk berbicara dan juga sebaliknya ada yang susah untuk menulis. Kemampuan untuk berbicara dan juga menulis adalah dua hal yang sangat sulit untuk dilakukan sekaligus.
Modal apa yang harus dimiliki untuk menjadi seorang penulis ?
Rajin membaca! Membaca merupakan modal penulis. Kemudian jalan-jalan, melihat, dan mendengar segala hal yang terjadi disekitar kita, ketika kita telah jenuh membaca.
Pelatihan-pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh lembaga-lembaga belum dapat menjamin untuk menghasilkan seorang penulis. Menulis bukanlah kecerdasan teoritis tapi praktis. Ada beberapa motif tersendiri ketika ingin menulis, misalnya saja Soh Hok Gie yang menulis karena ia marah dan ada juga orang-orang menulis karena mereka kelaparan ingin makan.
Bagaimana tanggapan Anda terhadap fenomena ‘lunturnya’ budaya menulis dikalangan mahasiswa ?
Semuanya dikondisikan dengan lingkungan dimana kita berada. Mahasiswa akan menulis ketika ia melihat dosennya memiliki tulisan yang diterbitkan oleh media internasional misalnya. Bagaimana mahasiswa mau menulis ketika para dosen belum memiliki karya tulisan yang mampu diperlihatkan kepada mereka ? Selain itu yang menjadi penyebab adalah efek kultur dimana budaya instan dan prakmatis mampu menguasai mahasiswa. Wilayah kritis kemahasiswaan telah digeser dengan aktivitas yang menarik perhatian. Selanjutnya ialah efek sistemik, andaikan lembaga penerbitan dikampus mampu mewadahi mahasiswa dan memberikan reward, namun hal tersebut tidak dapat terjamin, kita menulis namun tidak diakpresiasikan dan tidak ada yang ‘wah’ jika kita menulis.
Manfaat apa yang ada dalam dunia penulisan ?
Banyak manfaat. Proses pengikatan ilmu, misalnya banyak hal yang diajarkan namun jika tidak ditulis, maka ia akan hilang karena digantikan oleh hal-hal yang baru.
Tulisan adalah proses mengabadikan sejarah, misalnya saja Chairil Anwar yang tetap ada karena puisi dan karya-karya tulisnya yang tetap ada. Kita lebih mengenal Aristoteles,Karl Marx, dan lain-lain ketimbang kakek dan nenek buyut kita, karena mereka menulis namun kakek buyut kita tidak dan celakanya kakek dan nenek buyut kita tidak menceritakan sejarahnya kepada orang tua kita.
Lebih efektif mana, ketika kita menuangkan aspirasi lewat tulisan atau kata-kata ?
Efektif kedua-duanya, kultur demokrasi yang ada telah membebaskan apa saja. Kemudian tergantung isu yang ada, ada beberapa isu yang membutuhkan kita untuk berorasi dijalan dan ada pula yang efektif ketika kita menyampaikannya di dalam forum transformal yakni forum untuk membagi kegelisahan lewat tulisan. Serta forum interaktif dengan mengandalkan media audio visual untuk berinteraksi dengan kalangan menengah kebawah.
Semuanya bertujuan dalam gerakan sosial. Bagus ketika ada keseimbangan antara aksi dan juga menulis, hal tersebut lebih memiliki legitimasi.
Bagaimana dengan fenomena mahasiswa yang gemar beraksi namun tak mampu menulis ?
Perlu adanya redoktrinasasi atau mendoktrin kembali para mahasiswa untuk sadar akan dinamika sosial seperti agen of change, social of control yang disematkan pada mahasiswa. Hal tersebut harus dibuktikan dalam ranah intelektual dengan riil yakni dengan catatan, buku, menulis dan membaca.
Melegitimasi kita sebagai kalangan intelektual yang tidak sporadic yakni kegiatan-kegiatan yang tidak kreatif dan dekat dengan kekerasan dan tawuran. Tawuran adalah aktualisasi yang instan, karena konflik yang ada tidak dapat diselesaikan dengan baik.
Budaya menulis dan membaca sudah hampir hilang, maka lembaga-lembaga penulisan harus kembali me-refresh agar budaya tersebut tetap ada. Di sisi lain lembaga-lembaga juga harus sadar ketika ingin mengajak orang lain untuk menulis, harus ada bukti otentik yakni karya tulisan dari lembaga yang mampu diperlihatkan kepada orang-orang.
Bagaimana potensi mahasiswa dalam dunia penulisan ?
Dalam dunia penulisan terdapat karya fiksi dan non-fiksi, dimana fiksi cenderung lebih menarik dan lebih diminati. Terdapat karya ilmiah dan karya ilmiah populer yang tergolong karya non fiksi.
Wajah mahasiswa dimedia yang cenderung rusak harus ada perimbangan, dengan mahasiswa yang mampu menulis tentunya dapat mengharumkan nama kampus beserta hal-hal positif lainnya.
Terdapat pula segmentasi media pada nilai berita dimana kerusuhan walaupun kecil selalu diberitakan dan dibesar-besarkan, ini sangat merugikan dan mahasiswa harus sadar akan itu.
Langkah apa yang ditempuh untuk mengembangkan potensi tersebut ?
Ada dua cara akomodasi, yang pertama adalah lembaga dimana terdapat potensi untuk saling berbagi dengan teman yang mungkin lebih pandai dalam menulis. Ketika kita melemah dalam menghasilkan karya maka akan ada pressure lembaga yang memaksa. Misalnya Forum Lingkar Pena (FLP) yang di dalamnya terdapat stratifikasi senior, junior dan pemula yang semuanya bergantung pada karya yang mereka hasilkan. Adapula penggolongan keaktifan yakni aktif secara organisasi seperti melakukan segala bentuk kegiatan organisasi, aktif dalam kepenulisanyang orientasinya pada profesionalisme dan skillnya, kemudian kritikus yang berperan sebagai bumper apabila ada serangan yang mendeskriditkan organisasi.
Selain lembaga ada juga yang Person yakni tataran wilayah yang lebih bebas berekspresi, tidak dikekang oleh doktrin lembaga. Orang-orang yang personal cenderung organic dan menjadikan tulisan sebagai ajang pembuktian. Kelemahan pada tataran personal adalah penemuan titik jenuh yang pastinya akan ada.

Penipu Berkedok Sebagai Seorang Dokter

Posted by blueQuw On 18.21

Kasus penipuan kerap terjadi di kota Makassar, berbagai modus diterapkan oleh si penipu untuk mendapatkan uang dengan cara yang salah. Seorang warga tidung X bernama Chaidir Usman(75) hampir saja mengalami penipuan oleh seseorang yang mengaku sebagai dokter dari Rumah Sakit Stella Maris Makassar.
“ kamis (29/4) saya menerima telefon dari seseorang yang mengaku sebagai dokter rumah sakit stella maris, ia menggabarkan kalau anak saya yang Buyung mengalami kecelakaan dan butuh uang 9,5 juta untuk biaya operasi ” ungkap chaidir yang mencoba menceritakan kronologis peristiwa yang baru saja dialaminya.
Chaidir mengaku sangat percaya dengan apa yang dikatakan oleh penelfon tersebut, karena si penelfon dapat menjelaskan dengan baik identitas anaknya. “ si dokter kemudian menyuruh saya untuk segera mengirim uang ke sebuah rekening agar operasi dapat dilakukan dengan segera mengingat keadaan anak saya yang sangat kritis” jelas chaidir.
“ Dalam keadaan panik Asma(72), istri saya mencoba mengabarkan kejadian tersebut kepada Santi yang merupakan istri Buyung, Santi kemudian menelfon buyung dan mendapatkan kabar kalau suaminya dalam keadaan baik, kontan saja Buyung segera menghubungi saya dan memberitahukan bahwa penelfon tersebut adalah penipu ” cerita chaidir yang mengaku sangat bersyukur karena ia belum terlanjur mengirimkan uang ke rekening dokter gadungan tersebut.
Buyung yang dikabarkan mengalami kecelakaan mengaku sangat kesal dengan kejadian tersebut, ia berada di kantornya saat peristiwa terjadi. “ saya tidak merasa ada hal-hal aneh, saya hanya bekerja dikantor seperti hari-hari biasanya“ ungkap pria yang tinggal di perumahan Bumi Tamalanrea ini.
Buyung kemudian melaporkan kasus penipuan ini kepada polisi. “ saya belum tahu siapa pelakunya, karena nomor-nomor yang dikasih oleh si penipu sudah tidak bisa dihubungi lagi “ ungkap buyung yang merupakan pegawai dikantor gubernur.

Perpaduan Antara Tradisional dan Modern

Posted by blueQuw On 18.20

Perayaan HUT Perhimpunan Mahasiswa Sastra Inggris (PERISAI) sebagai bagian dari proses pengkaderan Mahasiswa baru diadakan di Baruga A.Pettarani, tanggal 12 April 2010 menampilkan sebuah pementasan dengan tema The Dazzled Colour Of Carnaval.
Pentas Karnaval yang diadakan Persatuan Mahasiswa Sastra Inggris (PERISAI) menyatukan dua konsep yang berbeda yakni konsep tradisional dan konsep modern. Konsep tradisional terdiri dari traditional dance, parody dan perkusi , sementara konsep modern meliputi modern dance, break dance dan performa dari beberapa band.
“ kita berasal dari Fakultas Ilmu Budaya yang mempelajari seni tradisional dan modern, panitia mencoba untuk mengaplikasikannya kedalam acara ini “ ungkap Salahuddin, yang merupakan ketua panitia perayaan HUT PERISAI. Salahuddin beserta panitia lainnya berkeinginan agar budaya tradisional dari Indonesia dapat berdampingan dengan budaya modern yang berasal dari luar negeri.
Pementasan the dazzled colour of carnaval merupakan perayaan ulang tahun Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris yang juga merupakan bagian dari pengkaderan mahasiswa baru. Sebelumnya Mahasiswa Sastra Inggris telah mengadakan Perisai English Contest (PILOT) bagi siswa-siswi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Tema yang dipilih dalam pementasan ini ialah The Dazzled colour of carnaval yang diartikan sebagai pesona warna dari karnaval. “Pesona dari berbagai warna di karnaval merupakan perwakilan dalam melihat beranekaragamnya mahasiswa di Universitas Hasanuddin” ungkap Rijal yang merupakan wakil ketua panitia.
Konten pementasan meliputi traditional dance, modern dance, perkusi, parodi, band, games dan break dance. Disela-sela acara terdapat reward bagi para senior yang merupakan mahasiswa sastra inggris. Pementasan ini ditutup oleh parodi yang menjadi andalan dalam menarik perhatian para penonton.
“ 90% target dari acara ini telah dicapai, namun masih terdapat kendala-kendala kecil yang terjadi dari proses acara ini, seperti sound system yang sempat tidak berfungsi, namun secara garis besar acara ini telah meraih keberhasilan” jelas Salahuddin yang merupakan mahasiswa sastra inggris angkatan 2009.

Trip To Kajang

Posted by blueQuw On 18.16

Jumat (12/11/10) koridor Kosmik nampak ramai oleh beberapa teman-teman yang sibuk mengurus berkas beasiswa dan juga teman-teman yang tengah bersiap untuk Hunting Wisata ke Kawasan Adat Ammatoa Kec. Kajang Kab. Bulukumba. Ransel dan kamera menjadi perlengkapan yang wajib mendampingi teman-teman yang ingin menjalankan misi ke lokasi pemotretan.
Sekitar pukul 12:45 WITA rombongan Hunting Wisata berangkat menuju Bulukumba dengan Luxio M yang dikendarai oleh sdr. Opie dan diiringi oleh suara adzan yang berkumandang. Canda tawa dan suara teman-teman yang bernyanyi ala vocal group dan penyanyi kenamaan membuat keadaan di dalam mobil menjadi riuh gemuruh. Kami sempat singgah beristirahat di Pantai Bantaeng, melakukan sesi pemotretan dan membingkai indahnya warna langit saat matahari kembali ke praduannya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar delapan jam. Rombongan Hunting tiba di rumah keluarga sdri. Kidung. Kelelahan selama perjalanan hilang seusai menyantap makanan yang dihidangkan. Ikan, mie goreng, sup jamur, sambal serta krupuk yang sungguh mengenyangkan perut.
Pukul 06:00 WITA kami telah siap menjalankan misi pemotretan. Dengan mengenakan pakaian serba hitam, kami menuju ke kawasan Adat Ammatoa. Hmm..kenapa mesti hitam-hitam ? kata Dg.Tompo (kerabat Menteri Luar Negeri Kajang) dengan menggunakan warna hitam seperti orang-orang kajang, berarti kita menghargai dan menghormati mereka.
Kami sempat bertandang ke rumah Ammatoa (Pimpinan atau Presidennya Kajang), bersilaturahmi sekaligus meminta izin kepada beliau. Sebelum masuk ke rumah Ammato, alas kaki harus di buka di depan pagar rumah Ammatoa. Setelah mendapat izin kami kemudian menelusuri daerah Kajang untuk membingkai beberapa aktivitas mereka. Kaum wanita sibuk dengan proses pewarnaan benang, pemintalan hingga pembuat kain. Sementara kaum laki-laki sibuk dengan kayu-kayu dan beberapa pekerjaan kasar lainnya. di dalam perjalanan kami diajak oleh keponakan Ammatoa bertandang dirumah warga yang ingin mengadakan prosesi pernikahan. Hidangan kue dumpi-dumpi, ruhu-ruhu, dumpi eja’ serta segelas teh mampu mengganjal perut di sore hari.
Frame tentang orang Kajang yang dibicarakan begitu berbeda dengan aslinya. Misterius dan menakutkan muncul di benak kami, namun setelah berada di Kajang stereotype tentang mereka hilang oleh sikap ramah dan terbuka mereka. Banyak pengalaman dan pembelajaran berharga. Orang Kajang begitu sederhana dan apa adanya. System pemerintahan daerah mereka yang terbagi atas 26 adat (Menteri) dengan pembagian tugas masing-masing, mengutamakan kejujuran dalam pelaksanaanya.
Dari Kajang kami menginap di rumah nenek sdra. Alam dan bertandang kerumah sdri. Evi untuk makan siang. Sepatu yang rusak, tubuh yang kelelahan, Jambu air, jagung marinir, marni (entah apa namanya..?) dan hasil pemotretan tentunya, menjadi ole-ole yang dibawa pulang kembali ke Makassar.

Menjalin kebersamaan

Posted by blueQuw On 18.15

Nuansa unik dan radikal (NURANI) 2010 yang diadakan oleh mahasiswa baru Ilmu Komunikasi 2009, mengangkat tema berawal dari perbedaan menuju kebersamaan.
Jumat (5/2) pelaksanaan nurani 2010 bertempat di Hakata Resort, Le’ja kab. Soppeng. Tahun ini, panitia nurani mengangkat tema berawal dari perbedaan menuju kebersamaan, dengan mengedepankan konsep wisata biro, malam persembahan serta games dan sport untuk meningkatkan kebersamaan peserta nurani, ungkap Dodi yang menjadi sterring comitte nurani 2010.
Rangkaian acara nurani 2010 berlangsung selama tiga hari. Adu ketangkasan dalam bermain domino dan uno menjadi kegiatan awal setelah pembukaan nurani. Perlombaan ini ditujukan kepada seluruh warga Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik), agar kegiatan ini dapat dijadikan sebagai ajang mengakrabkan diri diantara senior dan junior, walaupun mereka sebenarnya tidak mahir dalam bermain domino maupun uno. Hal ini dikemukakan oleh cokke yang juga sterring comitte 2010.
Puncak acara ditandai dengan penampilan mahasiswa ilmu komunikasi 2009 dalam malam persembahan, yang kemudian dirangkaikan dengan pelantikan mereka sebagai anggota baru Kosmik. Terdapat perbedaan sebelum dan sesudah nurani, hal ini dirasakan oleh peserta nurani 2010. Menurut Erbon tidak ada lagi diding-dinding penyekat diantara angkatan 2009, tidak hanya itu, nurani juga telah mengakrabkan mahasiswa baru dengan para senior. Hal yang hampir sama juga diutarakan oleh Lia, menurutnya terdapat perbedaan walaupun tidak terlalu signifikan, yakni terjalinnya kedekatan diantara para peserta maupun senior-senior.
Nurani tahun ini masih mengalami pengulangan dari nurani-nurani sebelumnya, masih dikemas dalam bentuk perayaan namun belum memiliki makna yang lebih berarti, ungkap Himaz yang kemudian juga berharap agar nurani tahun depan lebih mengedepankan proses dibanding perayaan, matang serta lebih efektif. Banyak harapan yang lahir setelah berakhirnya nurani 2010 dari senior maupun junior yang diwakili oleh Aswar sebagai ketua panitia, ia berharap bahwa setelah nurani ini semua warga kosmik dapat lebih akrab dan mampu menjalin kebersamaan. Proses hingga puncak acara nurani telah terlaksana, akhir dari pengkaderan ini mudah-mudahan dapat menjadi awal dari kebersamaan kita, ungkap Alien yang juga merupakan peserta nurani 2010.

Posted by blueQuw On 18.11

Mahasiswa Sebagai Kalangan Intelektual Yang Tidak Sporadic
Makassar-Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Sulawesi Selatan, Sultan Sulaiman memandang mahasiswa sebagai figure intelektual yang harus memiliki perimbangan antara aksi dan juga keterampilan menulis, hal tersebut akan memiliki legitimasi yang lebih dalam pandangan masyarakat umum.
Bentuk aktualisasi mahasiswa saat ini terlihat instan ketika mereka dihadapakan dengan suatu permasalahan. Konflik yang ada diselesaikan dengan cara-cara yang sporadic seperti tawuran, demonstrasi yang anarkis, dan kekerasan. Hal ini semakin memperkuat kedudukan mahasiswa yang cenderung melakukan gerakan sosial yang berdampak negative ketimbang yang berdampak positif. Sisi negative tersebut semakin nampak dikarenakan pemberitaan yang dilakukan oleh media. Media mampu mendramatisir kerusuhan kecil menjadi besar untuk menarik perhatian khalayak.
“ Perlu adanya redoktrinisasi atau mendoktrin kembali mahasiswa untuk sadar akan dinamika sosial seperti agen of change, social of control yang disematkan pada mahasiswa. Hal tersebut harus dibuktikan dalam ranah intelektual yang riil yakni dengan berdiskusi, menulis dan membaca.” ungkap Sultan dalam melihat fenomena yang terjadi saat ini.
Kegiatan menulis dipandang oleh Sultan sebagai salah satu ajang pembuktian diri bagi mahasiswa sebagai kalangan intelektual yang tidak sporadic. Banyak manfaat yang didapatkan dalam dunia penulisan, “ proses pengikatan ilmu, misalnya banyak hal yang diajarkan namun jika tidak ditulis, maka ia akan hilang karena digantikan oleh hal-hal yang baru. Tulisan berfungsi dalam mengabadikan sejarah.” ungkap Sultan yang saat ini juga menjabat sebagai Pimred Majalah KAMMI.
Menulis merupakan sebuah proses, dimana membaca , melihat dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar adalah hal-hal yang melatarbelakangi proses menulis tersebut. Menurut Sultan, Pelatihan-pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh lembaga-lembaga belum dapat menjamin untuk menghasilkan seorang penulis, menulis bukanlah kecerdasan teoritis tapi praktis. Ada beberapa motif tersendiri ketika ingin menulis, misalnya saja Soh Hok Gie yang menulis karena ia marah dan ada juga orang-orang menulis karena mereka kelaparan ingin makan.
Dunia penulisan dan mahasiswa menjadi hal tak dapat dipisahkan, namun tidak semua mahasiswa sadar akan manfaat ketika terampil dalam menulis. “Budaya menulis dan membaca sudah hampir hilang, maka lembaga-lembaga penulisan harus kembali me-refresh agar budaya tersebut tetap ada. Di sisi lain lembaga-lembaga juga harus sadar ketika ingin mengajak orang lain untuk menulis, harus ada bukti otentik yakni karya tulisan dari lembaga tersebut, yang mampu diperlihatkan kepada orang-orang.” Jelas Sultan yang telah banyak menghasilkan karya tulisan dalam bentuk cerpen, essai dan opini.
Pengembangan potensi mahasiswa dalam menghasilkan tulisan harus terus diupayakan. Sultan mengemukakan “Ada dua cara akomodasi, yang pertama adalah lembaga dimana terdapat potensi untuk saling berbagi dengan teman yang mungkin lebih pandai dalam menulis. Ketika kita melemah dalam menghasilkan karya maka akan ada pressure lembaga yang memaksa. Selain lembaga ada juga yang person yakni tataran wilayah yang lebih bebas berekspresi, tidak dikekang oleh doktrin lembaga.” Upaya tersebut merupakan langkah yang ditempuh agar budaya menulis tidak ‘luntur’ di kalangan mahasiswa.

Ide Yang Kreatif Untuk Iklan Yang Menarik

Posted by blueQuw On 18.08

Workshop periklanan yang diadakan pada hari sabtu (24/5) bertempat di ruangan B2 Pasca Sarjana FISIP dibuka oleh Pembantu Dekan III yakni bapak Abd. Gaffar. Beliau sangat senang melihat antusias mahasiswa ilmu komunikasi dalam menggali ilmu dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOSMIK).
Workshop Periklanan ini mengangkat tema “It’s started from idea”. Tema tersebut mencoba menggambarkan proses kerja ketika seseorang ingin membuat iklan, tahap awal yang harus dimiliki adalah sebuah ide. Ide yang kreatif sangat berkaitan dengan iklan yang dapat menarik perhatian masyarakat banyak. Hal tersebut diungkapkan oleh Martinus selaku coordinator Kelompok Pengembangan Periklanan (KPP) KOSMIK.
Materi pertama mengenai riset periklanan dibahas oleh Nosakros Arya yang merupakan sarjana ilmu komunikasi universitas hasanuddin. Dalam riset periklanan hal yang paling ditekankan oleh arya adalah segmentasi.”segmentasi merupakan bagian dari riset periklanan dan hal yang pertama yang harus kita lakukan ketika ingin menhasilkan sebuah produk, kita harus mengetahui produk kita ditujukan kepada siapa saja?” ungkap arya.
Tepat pukul 13:30 materi kemudian berlanjut pada tahap kedua, mengenai komunikasi kreatif yang dibahas oleh Muh.Akbar yang merupakan dosen ilmu komunikasi. Bapak akbar yang akrab dipanggil bang ompe’ memberikan ide-ide “gila” untuk menjadi seseorang yang kreatif. Tidak hanya itu, beliau juga memberikan tips untuk menciptakan sebuah nama bagi sebuah produk agar memiliki makna dan tidak terlupakan oleh zaman.
Keesokan harinya workshop periklanan menghadirkan Public Relations(PR) dari Hotel Sahid Makassar yakni Jhody Junaedi, Rahmat Akbar yang merupakan penyiar radio Madama Makassar serta Nunu Ihsan yang merupakan creative advertising Majalah Opium. Nunu ihsan memberikan gambaran-gambaran iklan yang kreatif melalui video beserta gambar iklan di berbagai Negara.
Manfaat yang sangat besar mampu dirasakan oleh peserta workshop periklanan.” Pelatihan ini mengajarkan kita untuk menjadi mahasiswa yang kreatif dan imajinatif ” ungkap alvidha yang berharap agar KPP terus mengadakan kegiatan-kegiatan seperti ini. Hal senada diungkapkan oleh ari mahasiswa ilmu komunikasi angkatan 2009 “ pelatihan ini membuka cakrawala berpikir saya mengenai dunia periklanan, waktu dua hari serasa tidak cukup untuk membahas dunia periklanan yang kompleks.”